Tulisan ini aku tulis karena desakan hati melihat realita Islam sekarang.
Terutama setelah aku bertransformasi dari santri menjadi mahasiswa.
Katakan aku idealis. *nggak juga sih. hehe
Katakan aku sesak atas perbuatan umat Islam terutama aku sendiri yang masih belum menerapkan nilai-nilai Islam sebenarnya. *bisa iya bisa nggak.
Aku lihat memang banyak sekali pemisahan antara islam dengan pendidikan misalnya. Dunia yang akan terus kujejaki sepanjang hayat. Kenapa kalau mengerjakan tugas kuliah ada pernyataan begini, " coba cari kaitannya menurut islam." Dan itu diletakkan dibagian terakhir. Padahal kita tahu Islam itu universal. Kenapa literatur kebanyakan teori diambil dari barat? Apakah kejayaan yang dibangun oleh pahlawan Islam masa lalu hanyalah kesia-siaan belaka? Tentu saja tidak!
Ada dosen yang mengatakan, " Hal itu dengan agama konteksnya berbeda." kata aku (dalam hati) *Hah?! beda?? serius? terus aja ngebeda-bedain? dan aku ngeliat konteks lainnya sudah bertentangan dengan agama* Terus dosen tersebut melanjutkan "Ah, nggak tahulah dengan hadits atau ayat yang sesuai atau secara keislamannya itu bukan ranah saya, saya bukan ustadz!" *eh emang harus jadi ustadz dulu ya kalo mau nyebutin hadits atau secara keislamannya. Sebarkanlah walau satu ayat, kata nabi* Tetapi beliau kemudian bilang, "Saya nggak tahu haditsnya itu diriwayatkan oleh siapa, nanti salah lagi" memang sebaiknya bilang nggak tahu daripada timbul kesalahpahaman.
Dan aku bingung kenapa harus ada secara keislamannya, ada kata secara. Islam ya islam. Tetapi hal ini memang sulit diterapkan. Aku rasa memang terlihat gerakan masif yang terus membuat batas-batas sehingga islam itu terlihat sempit, kaku, dan kuno.
Orang yang memakai jilbab suka dibilangin "eh kalo pake jilbab kan susah dapat kerjanya" emang iya ya? dalem hati orang yang suka bilang gitu seharusnya ada bersitan "eh kalo nggak pake jilbab kan susah masuk surganya" nah loh?. Tapi kan butuh proses?iya memang, itu nantinya Allah yang akan menilai, manusia mah cuma usaha supaya dapet ridhonya. Apalagi yang pakai jilbab panjang ada yang berkata wah itu islam fanatik tuh. Aku berpikir bukannya itu menunaikan kewajiban ya? daripada makin pendek mungkin akan telihat lekuk tubuhnya.
Mungkin bisa dikatakan aku salah. bisa jadi. katakan aku rasis. terserah
Aku hanya meletakkan yang seharusnya berada pada tempatnya. Seperti keyakinan Islam itu nggak bisa diganggu gugat. Kalau kita sudah komitmen bukannya seharusnya nggak taking back ya.
Soal jilbab menurutku itu hanyalah perfomances aja. Don't Judge Book by It's Cover, Alright?
Masih banyak yang ingin aku post sebenernya dan ini sebagai penguatan untukku.
Silahkan komen, readers ^^

No comments:
Post a Comment