Oleh : Toyyibah (1112101000076)
Keilmuan dan
kemajuan teknologi memiliki dampak besar dalam perubahan peradaban dan
kebudayaan. Pada masa sebelum tahun 1990-an di Indonesia, mayoritas masyarakat
berkomunikasi lewat surat-menyurat, kartu pos, sahabat pena, surat kabar, radio
dan masyarakat dengan tingkat perekonomian menegah ke atas sudah menggunakan
telepon rumah, faksimile, dan televisi. Pada tahun 2000-an merupakan awal mula maraknya
penggunaan telepon genggam, komputer, dan laptop. Hingga pada tahun 2010-an
maraknya smartphone, notebook, juga tablet. Semakin maju teknologi
maka semakin maju bentuk komunikasi yang dapat menjadi katalis dalam
globalisasi dan budaya tanpa batas wilayah (borderless world)
Internet
merupakan media komunikasi antar ruang yang bersifat global dan memudahkan dalam penyebaran informasi.
Sehingga proses saling mengenal, bersosialisasi dan memenuhi kebutuhan dasar
manusia baik sandang, pangan, papan sudah dapat di akses melalui internet.
Pengumpulan massa yang pada masanya melalui media massa seperti koran dan radio
sekarang sudah sangat mudah melalui berbagai aplikasi jejaring sosial dan
internet. Masyarakat pun dapat langsung memberikan feedback yang terekam
dalam riwayat digital.
Penggunaan
teknologi komunikasi atau lebih dikenal gadget menjadi mudah digunakan dan
difungsikan bagi semua orang dari beragai umur dan kalangan. Menurut 2018
Global Digital Report, rata-rata penggunaan gadget di Indonesia mencapai 8 jam
lebih 51 menit per harinya. Padahal idealnya adalah 4 jam per hari. Masyarakat
yang menjadikan alat-alat high technology menjadi bagian penting dalam
kehidupannya disebut dengan generasi millenial.
Efektivitas
dalam komunikasi dapat terlihat dari kesesuaian antara pemberi pesan, media dan
alat yang digunakan, isi pesan dengan karakteristik penerima pesan. Pesan pada generasi
millenial dapat lebih tersampaikan apabila melalui media digital. Pengguna
internet di Indonesia merupakan ke-6 terbesar di dunia yaitu 132 juta orang
dari 262 juta orang. Efektivitas dalam penyampaian pesan melalui media digital
lebih cepat 4 kali daripada media yang
tidak bersifat digital.
Pemanfaatan
media digital dalam komunikasi kesehatan merupakan hal yang penting. Hal ini
dilakukan untuk tercapainya masyarakat yang melek kesehatan, sadar untuk melakukan
pencegahan penyakit dan mempertahankan kesehatannya dengan memperoleh informasi
kesehatan yang terdokumentasi dan dapat diunduh kembali jika diperlukan.
Informasi tersebut juga tersedia dalam jangka waktu yang panjang. WHO mempunyai
inisiatif terkait komunikasi kesehatan secara digital melalui mHealth. Langkah
komunikasi kesehatan preventif yang dilakukan dalam mHealth adalah dengan
memanfaatkan SMS pada grup target. Isi pesannya adalah informasi kesehatan
secara umum atau isu spesifik kesehatan masyarakat seperti H1N1, HIV/AIDS,
immunisasi, kesehatan reproduksi, penyakit kronis, dan donor darah
Beberapa negara
di dunia sudah menyusun strategi kesehatan digital dengan IoT (Internet of
Things) seperti Denmark, Australia, New Zealand, Israel, Inggris dan Rwanda.
Dari negara-negara tersebut ada yang menfokuskan pada patient care, jadwal
perjanjian dan berobat dokter, health record, konsultasi dengan praktisi
kesehatan dan ada juga yang memfokuskan pada langkah-langkah preventif juga integrated
care. Denmark merupakan pionir dalam e-health (electronic health). Langkah
komunikasi kesehatan preventif yang dilakukan negara tersebut adalah proteksi
dini pada lansia dengan memberikan target harian berupa gaya hidup, makanan, dan
kebiasaan yang perlu dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Sasaran
komunikasi kesehatan secara digital pun disesuaikan dengan masalah kesehatan
yang ada di negara tersebut.
Pemerintah
Indonesia khususnya kementrian kesehatan sebagai pemangku kepentingan dapat
memberikan regulasi dan mencanangkan produk seperti website/aplikasi promotif
preventif yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Urgensi dalam
pengadaan website/aplikasi tersebut adalah minimnya pengetahuan masyarakat
tentang pentingnya kegiatan promotif dan preventif serta minimnya kebenaran dan
validitas informasi kesehatan yang diakses dari internet. Kegiatan promotif dan
preventif dilakukan untuk mengurangi anggaran negara, terutama setelah
terjadinya pembengkakan anggaran BPJS. Bagi masyarakat kegiatan promotif dan preventif
merupakan cara yang mudah dan hemat dalam mempertahankan kesehatan.
Pesan
kesehatan promotif dan preventif yang disampaikan perlu memperhatikan bahwa Indonesia
merupakan negara kepulauan dengan macam-macam penyakit endemis yang
persebarannya berada pada wilayah yang berbeda-beda. Sehingga konteks informasi
kesehatan dapat disesuaikan dengan kearifan lokal. Hal lain yang perlu
diperhatikan adalah dengan menyesuaikan target kemenkes terhadap kesehatan
Indonesia. Contohnya pada Rakernas kemenkes pada tahun 2018 ini tema yang
diangkat adalah Sinergisme Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Universal
Health Coverage melalui Percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan
Stunting, dan Peningkatan Cakupan Imunisasi.
Penyesuaian komunikasi kesehatan dengan arahan kemenkes memiliki harapan
agar masyarakat dapat mendapatkan pemahaman utuh terkait prioritas masalah
kesehatan yang harus segera diatasi. Pesan promotif dan preventif tersebut
sebaiknya juga memperhatikan kualitas data, pegemasan materi, ketepatan waktu,
dan bahasa yang sesuai atau kekinian.
Program
promotif dan preventif di Indonesia dari Kemenkes sudah terformulasikan dengan
baik dan banyak ragamnya. Langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah penguatan
dalam pengaplikasiannya. Program tersebut terdiri dari Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). CERDIK untuk mencegah penyakit tidak
menular, LINTAS Diare, dan masih banyak lagi. Bentuk-bentuk penyampaian informasi
promotif preventif tersebut dapat disampaikan dengan adanya maskot kesehatan
yang menjadi role model, komik, vlog sebagai contoh dari realita yang
sebenarnya, video parody kesehatan, video informatif durasi pendek, infografis,
artikel, forum konsultasi antara praktisi kesehatan dengan masyarakat, serta
pembentukan komunitas secara digital yang dikaitkan dengan aplikasi jejaring
sosial sehingga lebih memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dan mengakses
informasi promotif-preventif. Dari hal tersebut diharapkan terjadinya
peningkatan penyerapan informasi terkait program promotif preventif dari Kemenkes untuk masyarakat.
Bentuk
komunikasi kesehatan lainnya adalah telemedicine. Telemedicine merupakan
komunikasi dan konsultasi antara profesional kesehatan dengan pasien menggunakan
suara, teks, data, imaging (pencitraan), atau video. Telemedicine di
Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2012 melalui pilot project
telemedicine antar rumah sakit di Indonesia. Rumah sakit pengampu untuk telemedicine
adalah RSCM dan RS Harapan Kita. Telemedicine diharapkan dapat mengatasi akses
kesehatan jarak jauh dan kekurangan SDM spesialis di beberapa rumah sakit
terutama daerah terpencil. 4 program unggulan dari telemedicine tersebut adalah
teleradiologi, tele-EKG, tele-USG, dan telekonsultasi. Dengan kemungkinan
dikembangkannya program-program lain seperti teledermatologi, telepatologi,
dll. Komunikasi dan konsultasi antara dokter dan pasien biasanya dapat
dilakukan dengan Whatsapp namun kualitas dokumentasinya buruk.
Adapun penyampaian
pesan khususnya dalam komunikasi kesehatan seyogyanya mengikuti perintah Allah
SWT sehingga menjadi berkah dan medapat rahmat dalam prosesnya. Menurut
Al-Quran kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang mulia, baik, jelas,
benar, jujur, lembut, sesuai, menyenangkan, dan komunikatif. Dari hal tersebut diharapkan
tercapainya kemaslahatan dalam berkomunikasi.
Komunikasi kesehatan melalui media digital
dapat meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kesehatan di Era digital. Namun
dalam pelaksanaannya diperlukan penguatan baik secara regulasi, pendanaan,
infrastruktur, teknologi komunikasi dan informasi, integrasi antar profesi dan
disiplin ilmu, perencanaan, manajemen, implementasi, monev, serta waktu yang
relatif panjang. Komitmen dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pun
perlu ditingkatkan agar proses komunikasi kesehatan menjadi bermanfaat untuk meningkatkan
derajat kesehatan seluruh rakyat Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’anul Kariim
Humas. 2018. Paradigma Baru
Komunikasi Pemerintah di Era Digital. http://setkab.go.id/paradigma-baru-komunikasi-pemerintah-di-era
-digital/. Diakses pada Minggu 30 Desember 2018 Pukul 3.15 WIB
Iro FK. 2018. Telemedicine Permudah
Akses Layanan Medis. http://fk.ugm.ac.id/telemedicine-permudah-akses-layanan-medis/.
Diakses pada Minggu 30 Desember 2018 Pukul 2.59 WIB
Kemenkes RI. 2018. Rakernas 2018,
Kemenkes Percepat Atasi 3 Masalah Kesehatan. www.depkes.go.id.
Diakses pada Minggu 30 Desember 2018
Pukul 3.35 WIB
Ministry of Health, Minisry of
Finance, Danish Regions, Et. All. 2018. A Coherent and Trusthworthy Health Network
for All : Digital Health Strategy.
Naisbitt, John. Et. All. 2002. High Tech
High Touch. Jakarta : Pustaka Mizan
The Medical Futurist. 2018. National
Digital Health Strategies Around The World. https://medicalfuturist.com/national-digital-health-strategis-around-the-world.
Diakses pada Minggu 30 Desember 2018 Pukul 2.31 WIB
Wahana, Heru Dwi. 2015. Pengaruh
Nilai-Nilai Budaya Generasi Millennial Dan Budaya Sekolah Terhadap Ketahanan Individu (Studi Di SMA Negeri 39, Cijantung, Jakarta). Jurnal
Kertahanan Nasional : Nomor XXI (1) April 2015 Hal: 14-22
WHO. 2011. mHealth : New Horizons
for Health Through Mobile Technologies. Switzerland



