Sunday, December 30, 2018

Komunikasi Kesehatan di Era Digital : Mulai dari Website/Aplikasi Promotif-Preventif Hingga Telemedicine



Oleh : Toyyibah (1112101000076)

Keilmuan dan kemajuan teknologi memiliki dampak besar dalam perubahan peradaban dan kebudayaan. Pada masa sebelum tahun 1990-an di Indonesia, mayoritas masyarakat berkomunikasi lewat surat-menyurat, kartu pos, sahabat pena, surat kabar, radio dan masyarakat dengan tingkat perekonomian menegah ke atas sudah menggunakan telepon rumah, faksimile, dan televisi. Pada tahun 2000-an merupakan awal mula maraknya penggunaan telepon genggam, komputer, dan laptop. Hingga pada tahun 2010-an maraknya smartphone, notebook, juga tablet. Semakin maju teknologi maka semakin maju bentuk komunikasi yang dapat menjadi katalis dalam globalisasi dan budaya tanpa batas wilayah (borderless world)
Internet merupakan media komunikasi antar ruang yang bersifat global dan  memudahkan dalam penyebaran informasi. Sehingga proses saling mengenal, bersosialisasi dan memenuhi kebutuhan dasar manusia baik sandang, pangan, papan sudah dapat di akses melalui internet. Pengumpulan massa yang pada masanya melalui media massa seperti koran dan radio sekarang sudah sangat mudah melalui berbagai aplikasi jejaring sosial dan internet. Masyarakat pun dapat langsung memberikan feedback yang terekam dalam riwayat digital.
Penggunaan teknologi komunikasi atau lebih dikenal gadget menjadi mudah digunakan dan difungsikan bagi semua orang dari beragai umur dan kalangan. Menurut 2018 Global Digital Report, rata-rata penggunaan gadget di Indonesia mencapai 8 jam lebih 51 menit per harinya. Padahal idealnya adalah 4 jam per hari. Masyarakat yang menjadikan alat-alat high technology menjadi bagian penting dalam kehidupannya disebut dengan generasi millenial.
Efektivitas dalam komunikasi dapat terlihat dari kesesuaian antara pemberi pesan, media dan alat yang digunakan, isi pesan dengan karakteristik penerima pesan. Pesan pada generasi millenial dapat lebih tersampaikan apabila melalui media digital. Pengguna internet di Indonesia merupakan ke-6 terbesar di dunia yaitu 132 juta orang dari 262 juta orang. Efektivitas dalam penyampaian pesan melalui media digital lebih cepat 4 kali daripada  media yang tidak bersifat digital.
Pemanfaatan media digital dalam komunikasi kesehatan merupakan hal yang penting. Hal ini dilakukan untuk tercapainya masyarakat yang melek kesehatan, sadar untuk melakukan pencegahan penyakit dan mempertahankan kesehatannya dengan memperoleh informasi kesehatan yang terdokumentasi dan dapat diunduh kembali jika diperlukan. Informasi tersebut juga tersedia dalam jangka waktu yang panjang. WHO mempunyai inisiatif terkait komunikasi kesehatan secara digital melalui mHealth. Langkah komunikasi kesehatan preventif yang dilakukan dalam mHealth adalah dengan memanfaatkan SMS pada grup target. Isi pesannya adalah informasi kesehatan secara umum atau isu spesifik kesehatan masyarakat seperti H1N1, HIV/AIDS, immunisasi, kesehatan reproduksi, penyakit kronis, dan donor darah
Beberapa negara di dunia sudah menyusun strategi kesehatan digital dengan IoT (Internet of Things) seperti Denmark, Australia, New Zealand, Israel, Inggris dan Rwanda. Dari negara-negara tersebut ada yang menfokuskan pada patient care, jadwal perjanjian dan berobat dokter, health record, konsultasi dengan praktisi kesehatan dan ada juga yang memfokuskan pada langkah-langkah preventif juga integrated care. Denmark merupakan pionir dalam e-health (electronic health). Langkah komunikasi kesehatan preventif yang dilakukan negara tersebut adalah proteksi dini pada lansia dengan memberikan target harian berupa gaya hidup, makanan, dan kebiasaan yang perlu dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Sasaran komunikasi kesehatan secara digital pun disesuaikan dengan masalah kesehatan yang ada di negara tersebut.  
Pemerintah Indonesia khususnya kementrian kesehatan sebagai pemangku kepentingan dapat memberikan regulasi dan mencanangkan produk seperti website/aplikasi promotif preventif yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Urgensi dalam pengadaan website/aplikasi tersebut adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kegiatan promotif dan preventif serta minimnya kebenaran dan validitas informasi kesehatan yang diakses dari internet. Kegiatan promotif dan preventif dilakukan untuk mengurangi anggaran negara, terutama setelah terjadinya pembengkakan anggaran BPJS. Bagi masyarakat kegiatan promotif dan preventif merupakan cara yang mudah dan hemat dalam mempertahankan kesehatan.
Pesan kesehatan promotif dan preventif yang disampaikan perlu memperhatikan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dengan macam-macam penyakit endemis yang persebarannya berada pada wilayah yang berbeda-beda. Sehingga konteks informasi kesehatan dapat disesuaikan dengan kearifan lokal. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah dengan menyesuaikan target kemenkes terhadap kesehatan Indonesia. Contohnya pada Rakernas kemenkes pada tahun 2018 ini tema yang diangkat adalah Sinergisme Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Universal Health Coverage melalui Percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting, dan Peningkatan Cakupan Imunisasi.  Penyesuaian komunikasi kesehatan dengan arahan kemenkes memiliki harapan agar masyarakat dapat mendapatkan pemahaman utuh terkait prioritas masalah kesehatan yang harus segera diatasi. Pesan promotif dan preventif tersebut sebaiknya juga memperhatikan kualitas data, pegemasan materi, ketepatan waktu, dan bahasa yang sesuai atau kekinian.
Program promotif dan preventif di Indonesia dari Kemenkes sudah terformulasikan dengan baik dan banyak ragamnya. Langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah penguatan dalam pengaplikasiannya. Program tersebut terdiri dari Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). CERDIK untuk mencegah penyakit tidak menular, LINTAS Diare, dan masih banyak lagi. Bentuk-bentuk penyampaian informasi promotif preventif tersebut dapat disampaikan dengan adanya maskot kesehatan yang menjadi role model, komik, vlog sebagai contoh dari realita yang sebenarnya, video parody kesehatan, video informatif durasi pendek, infografis, artikel, forum konsultasi antara praktisi kesehatan dengan masyarakat, serta pembentukan komunitas secara digital yang dikaitkan dengan aplikasi jejaring sosial sehingga lebih memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dan mengakses informasi promotif-preventif. Dari hal tersebut diharapkan terjadinya peningkatan penyerapan informasi terkait program promotif preventif dari Kemenkes untuk masyarakat.   
Bentuk komunikasi kesehatan lainnya adalah telemedicine. Telemedicine merupakan komunikasi dan konsultasi antara profesional kesehatan dengan pasien menggunakan suara, teks, data, imaging (pencitraan), atau video. Telemedicine di Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2012 melalui pilot project telemedicine antar rumah sakit di Indonesia. Rumah sakit pengampu untuk telemedicine adalah RSCM dan RS Harapan Kita. Telemedicine diharapkan dapat mengatasi akses kesehatan jarak jauh dan kekurangan SDM spesialis di beberapa rumah sakit terutama daerah terpencil. 4 program unggulan dari telemedicine tersebut adalah teleradiologi, tele-EKG, tele-USG, dan telekonsultasi. Dengan kemungkinan dikembangkannya program-program lain seperti teledermatologi, telepatologi, dll. Komunikasi dan konsultasi antara dokter dan pasien biasanya dapat dilakukan dengan Whatsapp namun kualitas dokumentasinya buruk.
Adapun penyampaian pesan khususnya dalam komunikasi kesehatan seyogyanya mengikuti perintah Allah SWT sehingga menjadi berkah dan medapat rahmat dalam prosesnya. Menurut Al-Quran kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang mulia, baik, jelas, benar, jujur, lembut, sesuai, menyenangkan, dan komunikatif. Dari hal tersebut diharapkan tercapainya kemaslahatan dalam berkomunikasi.
 Komunikasi kesehatan melalui media digital dapat meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kesehatan di Era digital. Namun dalam pelaksanaannya diperlukan penguatan baik secara regulasi, pendanaan, infrastruktur, teknologi komunikasi dan informasi, integrasi antar profesi dan disiplin ilmu, perencanaan, manajemen, implementasi, monev, serta waktu yang relatif panjang. Komitmen dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pun perlu ditingkatkan agar proses komunikasi kesehatan menjadi bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan seluruh rakyat Indonesia.  


DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’anul Kariim
Humas. 2018. Paradigma Baru Komunikasi Pemerintah di Era Digital. http://setkab.go.id/paradigma-baru-komunikasi-pemerintah-di-era -digital/. Diakses pada Minggu 30 Desember 2018 Pukul 3.15 WIB
Iro FK. 2018. Telemedicine Permudah Akses Layanan Medis. http://fk.ugm.ac.id/telemedicine-permudah-akses-layanan-medis/. Diakses pada Minggu 30 Desember 2018 Pukul 2.59 WIB
Kemenkes RI. 2018. Rakernas 2018, Kemenkes Percepat Atasi 3 Masalah Kesehatan. www.depkes.go.id. Diakses pada  Minggu 30 Desember 2018 Pukul 3.35 WIB
Ministry of Health, Minisry of Finance, Danish Regions, Et. All. 2018. A Coherent and Trusthworthy Health Network for All : Digital Health Strategy.
Naisbitt, John. Et. All. 2002. High Tech High Touch. Jakarta : Pustaka Mizan
The Medical Futurist. 2018. National Digital Health Strategies Around The World. https://medicalfuturist.com/national-digital-health-strategis-around-the-world. Diakses pada Minggu 30 Desember 2018 Pukul 2.31 WIB
Wahana, Heru Dwi. 2015. Pengaruh Nilai-Nilai Budaya Generasi Millennial  Dan  Budaya Sekolah Terhadap Ketahanan Individu (Studi  Di SMA Negeri 39, Cijantung, Jakarta). Jurnal Kertahanan Nasional : Nomor XXI (1) April 2015 Hal: 14-22
WHO. 2011. mHealth : New Horizons for Health Through Mobile Technologies. Switzerland
  

Wednesday, November 30, 2016

Rupanya Tidak Terlihat

Di dunia ini apakah semuanya tampak?

Bumi yang  berputar.

Kalam yang tidak terdengar.

Pohon yang bertumbuh.

Anak yang sekolah, pemuda yang kerja, dan tua yang mapan.

Adakah orang yang lebih fokus pada hal-hal ini.

Atom kesombongan yang hilang.

Suara keberanian yang menggema.

Satu hal sih.

Ketika keeratan masing-masing menuai kekuatan.

Tanpa harus mengetahui apa yang...

Seyogyanya lebih baik sibuk pada diri masing-masing

Memperbaiki apa yang salah.

Menaati Kemahakuasaan.

Menjaga tanpa CCTV asli dan tanpa sepengetahuan.

Seperti tuhan telah menjaganya.

Sehingga keeratan itu bermakna.

Mempunyai nilai.

Yang terus menguatkan keeratan itu.


 

Saturday, January 02, 2016

Two Side of Tobacco


Telapak tangan mempunyai dua sisi yaitu atas dan bawah atau hitam dan putih. Begitu pula dengan tembakau. Tembakau, komoditi yang sebaran petaninya terdapat di Sumatera, Jawa, Kalimantan, NTT ini mempunyai sisi positif dan negatif. Hal tersebut merupakan kesimpulan dari Seminar Nasional “Hitam Putih Pertembakauan di Indonesia” pada 21/11/2015 di Universitas Jember.
Pertumbuhan tembakau di Indonesia menjadi penting untuk ditelisik lebih lanjut. Mulai dari tahun 1970 perluasan lahan tembakau meningkat secara fluktuatif dengan rata-rata sekitar 3,23%. Indonesia merupakan negara dengan pengguna rokok terbesar ketiga di dunia.Kemudian pengguna tembakau yang merokok di Indonesia atau perokok aktif adalah 97% yaitu sebesar 61 juta orang. Sedangkan perokok pasif menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 sekitar 91 juta orang. Tembakau menyumbang kematian sebanyak 235.000 orang
Kembali pada sisi positif dan negatif tembakau. Sisi positifnya menurut Ir. Desak Nyoman Siksiawati MMA yang merupakan Kepala UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau (UPT PSMB-LT) adalah tembakau merupakan penghasil cukai kedua setelah migas yaitu 113 triliun dan Indonesia, penghasil tembakau terbesar keenam di dunia.  Selain itu diversifikasi produk dari tembakau yang bervariasi yaitu minyak atsiri, antioksidan, pupuk, pestisida, kosmetik, parfum, neophytadiene (anti bakteri). Tembakau dapat digunakan sebagai terapi nanubalur yaitu dengan memberikan partikel asap rokok pada bagian tubuh yang sakit gunanya untuk menghilangkan radikal bebas. Penyakit yang bisa diterapi yaitu stroke, migrain, vertigo, dan plak di otak dihilangkan sampai ukuran partikel nano. Namun disayangkan manfaat tembakau ini masih sekedar campaign dan belum disosialisasikan secara luas terutama kepada petani.
Sisi negatifnya dijelaskan oleh dr. Tiffany Tiara, Subdit Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif Kementrian Kesehatan. Faktanya, prevalensi merokok dalam kurun waktu 15 tahun terakhir terus meningkat, perubahan penyakit dari PM menuju PTM. Selain itu menurut Global Youth Tobacco Survey, 69% orang melihat perokok di sekolah. Apabila kematian banyak terjadi pada rentang umur ini sangat memprihatinkan karena merupakan usia produktif.
Hal unik disampaikan oleh Hary Yuswadi terkait rokok adalah budaya. Khususnya petani Jember merasakan bahwa memanen tembakau sebagai irama kehidupan, seperti satu kesatuan dari bangun tidur, mandi, makan, memanen, sampai tidur lagi. Hal itu ditandai juga dengan tarian khas Jember yaitu tarian Lahbako yang berarti mengolah tembakau. Selanjutnya kehidupan 21.000 wanita di Jember berkaitan langsung dengan tembakau. Oleh karena itu tembakau menjadi pola pikir dan sistem budaya. Lanjutnya untuk mengubah hal tersebut perlu dihilangkan nilai kecantikan dan estetika dari tembakau atau mengganti dengan tren lain namun membutuhkan proses dan waktu yang lama. Adapun tembakau dilihat dari aspek ekonomi, menurutnya menghilangkan moralitas ekonomi (James Scott) yang seharusnya menghilangkan resiko, prinsip selamat dan kepuasan bukan lagi hanya berdasarkan untung rugi.
Pembicara lainnya adalah Dr Kartono Muhammad, Penasehat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (KOMNAS-PT) yang menyatakan tidak sinkronnya kebijakan tembakau di Rancangan Undang-Undang Pertembakauan dengan kebijakan lain seperti UU Kesehatan dan telah menolak RUUP. Hal tersebut menandai tumpang tindihnya kebijakan.
Selain sisi positif dan negatif, petani tembakau mempunyai andil penilaiannya pada tembakau. Berdasarkan hasil wawancara, petani Jember mengalami kerugian sejak tahun 2011. Ketika mengalami keuntungan sampai 100% namun tidak dirasakan lagi di tahun 2015 ini. Pada panen terakhir modalnya sekitar 100 juta namun yang kembali hanya 60 juta. Kerugian yang dialami sampai 40%. Kerugian tersebut ditambal sampai tahun berikutnya. Hal ini dialami oleh sebagian besar petani yang ditemui. Adanya pengaturan harga dari pemegang pasar atau “tengkulak” tidak banyak memihak terhadap nasib petani. Keluhan lainnya dari petani adalah banyaknya pemasok yang lebih memilih impor terutama dari Cina karena dengan harga yang sama kualitas mereka lebih baik dan bersih. Yang menjadi pertanyaan apakah pekerjaan sebagai petani tembakau masih layak dipertahankan? Tetapi bagi mereka hal itu merupakan hal yang tidak bisa ditinggalkan dan merupakan kebiasaan. Mahasiswa pun menawarkan untuk pemilihan komoditi lain dan advokasi kepada pemerintah.
Tembakau yang “hampir” menjadi budaya dan terstrukturisasinya lembaga tembakau di Jember menjadi kekuatan eksistensi tembakau di Jember. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa mutu rokok diuji dan mutu dipilih sampai pada kualitas ekspor? Untuk peningkatan devisa negara? Bagaimana sebenarnya keberpihakan lembaga pemerintah, apakah kepada petani? Bisakah diversifikasi tembakau diproduksi secara massal yang selanjutnya hasilnya dijadikan perencanaan keuangan dari keuntungan diversifikasi? Apakah salah satu produk diversifikasi menjadi tren melebihi rokok? Apakah dapat mengentaskan masalah kesehatan sampai kematian akibat rokok? 

Sumber : WHO, Riskesdas, FE UI, dan sumber lainnya


Toyyibah Akhmadi
P2K ISMKMI Wilayah 2

Thursday, November 13, 2014

Wisdom : Filosofi Iqbal

"Apa pelajaran yang bisa diambil dari hal ini?"

Pertanyaan ini setidaknya pernah muncul di benak kita. Setiap kita akan terus belajar semenjak lahir sampai meninggal nanti, dari merangkak sampai nggak bergerak lagi. Berapa banyak ilmu yang bermanfaat untuk kita? Yang bisa digunakan secara praktis? kadangkala ilmu tidak bisa digunakan karena tidak sesuai kebutuhan/realita atau manusianya yang mengalami overload informasi. Semakin banyak ilmu yang kita pahami seharusnya membuat kita merasa semakin kerdil dan tau betapa luasnya ilmu Allah. Semakin tau juga betapa banyak tanggung jawab yang harus kita emban. 

Pelajaran dari ilmu yang kita pelajari dari masih unyu-unyu sampai nanti (tetep unyu) sebaiknya membawa kita semakin sadar dan mau berubah agar menjadi lebih bermanfaat, and that's called hikmah. Hikmah ini menjadi sulit dicari pada zaman ini ditandai dengan kehidupan yang cenderung stagnan atau malah fluktuatif. Kalau misalnya negara islam menerapkan nilai keislamannya pasti kita akan menjadi bangsa yang paling maju. Karena, mirisnya kita harus mengejar ketertinggalan oleh negara Swedia sebagai negara ter"islami" di dunia.

Menguprek-nguprek koleksi buku abi, saya menemukan buku tentang filosof dan penyair islam, Allama Muhammad Iqbal. Puisinya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. Kata-katanya berisi tentang cinta, harapan, dan kemuliaan manusia. I dunno, Saya menemukan kata-kata yang dalam dan bijak dari puisi-puisinya. Lihat profil lengkapnya disini.

Berikut kutipan puisinya :

"He (mu'min) is mild in speech and wild in action. Be it battlefield or the assembly of friends, he is pure heart and action"

"While in the assembly of friends the mu'min is soft like silk, in a battle beetwen Truth and Untruth he is hard as steel"

"Keep the qur'an as a mirror before you. You have completely changed, run away from yourself. Fix a balance for your deeds (so that you may be able to), stir a commotion which you forebears stirred in the past."

"It is better that the heart be guarded by the intellect, but leave it sometimes alone to itself"

"Intellect enlightened by love becomes truth-loving, While the affairs of love guided by intellect get a strong footing. Rise and lay the foundations of another world. Where love is mingled with intellect."

"Do you know what is history? But you do not know even your own self. Do you think it is just a story, a tale or a romance?
Instead, it makes you know yourself. It makes you know your purpose and sets you to the path (of achievement). It sharpens you as a dagger on the wetting stone and you against the world,
Its candle like fortune-star of nations which illumine the... and the past night,
It is an eye well trained. It reads the past recreates it, and put it before you,
Your past bursts forth into present and from your present your future is born,
If you desire to live a life everlasting then do not cut as-under your past from your present and future." 

Dari buku ini :



And this is Iqbal:




Tuesday, October 28, 2014

Dreams : Sebuah esensi




"Adek cita-citanya mau jadi apa?"

"Jadi doktel kan dede pintel"

"Aamiin, ayo makan ya biar sehat"

"Kalo kakak cita-citanya apa?"

"Pilot."

Budaya yang seringkali terjadi di Indonesia, ketika anak ditanyakan cita-cita maka ia akan menjawab profesi. Padahal profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan etika khusus profesi (Doni Kosoema, dengan gubahan). Pekerjaan biasanya diapakai orang awam dan sepenuhnya tidak memerlukan keterampilan baku. Jadi, pekerjaan belum tentu disebut profesi.

Kalau arti cita-cita dalam KBBI adalah [n] (1) keinginan (kehendak) yang selalu ada di pikiran : ia berusaha mencapai~nya untuk menjadi petani yang baik; (2) tujuan yang sempurna (yang akan dicapai atau dilaksanakan : untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan.

Cita-cita mempunyai makna yang dalam. Didalamnya ada kehendak moral. Ini ceritanya, sehabis mengikuti Dauroh Marhalah (DM) KAMMI "Islamic Youth Forum" seorang pembicara, Bang Arif nge-brainstorming kita supaya sadar kalo cita-cita bukan profesi. Kalau cita-cita itu misalnya memberikan kebaikan kepada bangsa. Itu gambaran luasnya. Contohnya coba kita lihat pak Hatta "apakah ia bercita-cita menjadi presiden dulunya?", pun dengan Soekarno. Adapun presiden merupakan hasil dari cita-citanya. Maka misalnya seorang dokter yang memiliki cita-cita adalah dokter yang dermawan.

Lanjutnya, quote bagus dari Bang Arif:

"Orang besar adalah yang berbicara tentang ide dan gagasan, orang kecil adalah yang ngomongin orang, orang kerdil adalah orang yang berbicara tentang dirinya sendiri"


Sistem pendidikan di Indonesia membawa kita menjadi orang yang kurang inisiatif, kurang percaya diri dan kurang mandiri misalnya dengan mendengar penjelasan guru semata. Terlebih watak terjajah yang masih membekas. Walaupun sebenarnya guru sudah mengajak siswa untuk proaktif. Kembali ke siswanya lagi dan pada akhirnya kesemuanya harus saling bersinergi.

Guru dan orang tua adakalanya harus melepas anaknya untuk bebas menemukan potensi terbaik mereka atau berperan sebagai fasilitator.

Padahal kalau di sebuah negara di luar sana, seorang murid menulis tanpa henti sambil mengangkat tangan kirinya karena tidak mau tertinggal mencatat dan bertanya kepada gurunya. 

Pada akhirnya, sebaiknya pendidikan lebih mengutamakan mental, moral, dan karakter yang semuanya terangkum dalam akhlak (celoteh mbak niken). Akhlak membawa seseorang ingin melakukan kebaikan secara sadar. Jadi ketika anak didik sudah sadar maka proses pembelajaran dua arah menjadi lebih efektif dan mengantarkan anak-anak memilih cita-cita yang mulia.


"Remember when, (lagi jamannya film michelle zuidith dan miqdad addausy nih **salah fokus**)
we saying a lot about our dreams, we stared into each other eyes,smiled, to believe that we can reach that, someday."  

Thursday, September 04, 2014

Reasons

Selalu aja ada alasan.

Itulah salah satu sifat manusia. 

And yes, its included me.

Tetapi, alasan tiap orang punya persepsinya masing-masing.

"Ah, alasan aja kamu" kayanya kalo ngedenger feedback kayak gini alasannya ya yang ngeles gitu.

Susah banget ya ngerangkai kata, make a point hehe.#curhat

Oke, di dalam alquran emang udah disebutin alasan yang dibuat manusia selalu berputar pada 4 hal :
  1. Rumah
  2. Kantor/perniagaan
  3. Pasangan (suami/istri)
  4. Anak-anak. Disarikan dari surat Al-anfal kalo nggak salah.
Misalnya, 

"Kok kamu telat"

"Yah pak macet" padahal mah karena di rumah keasikan terus jadi lelet ngaret

"Alasan aja kamu"

Intinya, gimana kita bisa membawa diri kita supaya jadi proporsional dalam segala hal, ngga berlebihan dan  juga kekurangan

Yes there always reasons but a positive one

Alasan kenapa kamu bertahan? mirroring the mother

Alasan kamu ceria, tertawa, dan semangat? mirroring the children

Alasan kamu kuat untuk menghadapi semuanya? mirroring the father

So, find a thousand good reasons

and let yourself be the one.

and you know, islam answer all of your question. feel it.

Wednesday, June 11, 2014

[Lirik] Maher Zain - Love Will Prevail | #FreeSyria |



There’s no fear in my heart
Got nothing left to lose
I saw my loved ones die
Oh, I swear that I won’t give in
By God you’ll never win
I’ll fight for what’s right
And nothing can stand in my way
Even if I get knocked down
I will stand my ground

And I’ll never
Hide or run away
Love will prevail
By God it will
Love will prevail
I refuse to fail
Love will prevail

Life’s become so cheap

So many orphans weep
They forgot how to smile
Oh, I cannot understand
Just how somebody can
Murder an innocent child

I swear their lives won’t be lost in vain

Even if I get knocked down
I will stand my ground
And I’ll never
Hide or run away
Love will prevail
By God it will
Love will prevail
I refuse to fail
Love will prevail

God made me free

You can’t take that away from me
Freedom is my destiny
I have a dream
And my dream is to see
To see all my people smile
See all of them free and proud
I feel the wind of peace
‘Cause with hardship comes ease
That’s why I won’t lose faith
And I know that God is Great

So, I’ll never

Hide or run away
Love will prevail
By God it will
Love will prevail
I refuse to fail
Love will prevail
I won’t run away
Love will prevail
By God it will
Love will prevail
I refuse to fail
Love will prevail

Lyrics: Bara Kherigi & Maher Zain


A Compilation of Islamic Romance Music












1. Raef - You Are The One



2. Maher Zain - Nas Teshbehlena


3. Maher Zain -For The Rest of My Life



4. Brian Mcknight-Marry Your Daughter

Thursday, May 22, 2014

Togetherness : Indahnya berjamaah





Sobat, tagline 'manusia adalah makhluk sosial' yang sering digaungkan di mana-mana tidaklah salah. Seseorang akan terus membutuhkan sesamanya. Bertemunya akan menemui banyak perbedaan tetapi akan melengkapi kekurangan kita. Like a puzzle, precisely. 

Sebuah kisah, seorang anak tidak bisa bicara karena ditinggal rutinitas ibunya bekerja dan dititipkan ke babbysitter. Babbysitter memberinya obat tidur dan tidak pernah mengajarinya skill apapun. Yang ada di pikirannya mungkin "yang penting si bayi baik-baik saja'. Alhasil anak menjadi sangat pendiam dan tidak mengerti pembicaraan orang. Hal ini menunjukkan arti penting seseorang dalam kehidupan kita 

Tren saat ini adalah gadgeters. Penggila gadget ini seringkali kita temukan dan autis mengingat aplikasi gadget yang semakin canggih dan praktis. Sadar atau tidak, bisa jadi gaya hidup seperti ini dapat membuat seseorang menjadi individualis. Individualis dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah digoda. Digoda oleh setan, mulai dari menghabiskan waktu, meninggalkan kewajiban dan sebagainya. 

Apa yang kita rasakan dalam kebersamaan dan jamaah? saya akan membuat poin-poinnya

-Dengan berjamaah kita akan semakin kuat. Karena kita akan saling melengkapi.

-Ketika belum terikat sebuah jamaah dan tidak yakin akan kebaikannya, tidak akan merasakan  indahnya berjamaah.

-Kisah Ka'ab bin Malik, sahabat yang tidak mengikuti perang tabuk karena kelalaiannya saat itu (sangat mencintai perdagangannya yang sedang untung besar). Rasulullah dengan lembut bertanya kenapa dia tidak ikut dengan mengingatkan baiat kesetiaan yang pernah ia ucapkan. Akhirnya dia menerima keputusan  untuk dikucilkan dan tidak diajak bicara selama 40 hari atas perilakunya itu. Padahal dia adalah salah satu sahabat yang komunikatif

-Berjamaah akan terasa jika dilakukan bukan karena kewajiban, struktur, dan ikut-ikutan tetapi karena pemahaman dan kebutuhan

-Titik temu berjamaah adalah kemenangan islam dimanapun kita berada

-Bila orang sudah all-out dalam sebuah jamaah tetapi mengendur itu sunnatulloh

-Tetapi kalo mengendur dan berenti dari jamaah, orang tersebut keluar sunnatuloh

Sekian artikel tentang makna penting kebersamaan dan jamaah (bermasyarakat). Semoga bermanfaat.