Sunday, December 30, 2018

Komunikasi Kesehatan di Era Digital : Mulai dari Website/Aplikasi Promotif-Preventif Hingga Telemedicine



Oleh : Toyyibah (1112101000076)

Keilmuan dan kemajuan teknologi memiliki dampak besar dalam perubahan peradaban dan kebudayaan. Pada masa sebelum tahun 1990-an di Indonesia, mayoritas masyarakat berkomunikasi lewat surat-menyurat, kartu pos, sahabat pena, surat kabar, radio dan masyarakat dengan tingkat perekonomian menegah ke atas sudah menggunakan telepon rumah, faksimile, dan televisi. Pada tahun 2000-an merupakan awal mula maraknya penggunaan telepon genggam, komputer, dan laptop. Hingga pada tahun 2010-an maraknya smartphone, notebook, juga tablet. Semakin maju teknologi maka semakin maju bentuk komunikasi yang dapat menjadi katalis dalam globalisasi dan budaya tanpa batas wilayah (borderless world)
Internet merupakan media komunikasi antar ruang yang bersifat global dan  memudahkan dalam penyebaran informasi. Sehingga proses saling mengenal, bersosialisasi dan memenuhi kebutuhan dasar manusia baik sandang, pangan, papan sudah dapat di akses melalui internet. Pengumpulan massa yang pada masanya melalui media massa seperti koran dan radio sekarang sudah sangat mudah melalui berbagai aplikasi jejaring sosial dan internet. Masyarakat pun dapat langsung memberikan feedback yang terekam dalam riwayat digital.
Penggunaan teknologi komunikasi atau lebih dikenal gadget menjadi mudah digunakan dan difungsikan bagi semua orang dari beragai umur dan kalangan. Menurut 2018 Global Digital Report, rata-rata penggunaan gadget di Indonesia mencapai 8 jam lebih 51 menit per harinya. Padahal idealnya adalah 4 jam per hari. Masyarakat yang menjadikan alat-alat high technology menjadi bagian penting dalam kehidupannya disebut dengan generasi millenial.
Efektivitas dalam komunikasi dapat terlihat dari kesesuaian antara pemberi pesan, media dan alat yang digunakan, isi pesan dengan karakteristik penerima pesan. Pesan pada generasi millenial dapat lebih tersampaikan apabila melalui media digital. Pengguna internet di Indonesia merupakan ke-6 terbesar di dunia yaitu 132 juta orang dari 262 juta orang. Efektivitas dalam penyampaian pesan melalui media digital lebih cepat 4 kali daripada  media yang tidak bersifat digital.
Pemanfaatan media digital dalam komunikasi kesehatan merupakan hal yang penting. Hal ini dilakukan untuk tercapainya masyarakat yang melek kesehatan, sadar untuk melakukan pencegahan penyakit dan mempertahankan kesehatannya dengan memperoleh informasi kesehatan yang terdokumentasi dan dapat diunduh kembali jika diperlukan. Informasi tersebut juga tersedia dalam jangka waktu yang panjang. WHO mempunyai inisiatif terkait komunikasi kesehatan secara digital melalui mHealth. Langkah komunikasi kesehatan preventif yang dilakukan dalam mHealth adalah dengan memanfaatkan SMS pada grup target. Isi pesannya adalah informasi kesehatan secara umum atau isu spesifik kesehatan masyarakat seperti H1N1, HIV/AIDS, immunisasi, kesehatan reproduksi, penyakit kronis, dan donor darah
Beberapa negara di dunia sudah menyusun strategi kesehatan digital dengan IoT (Internet of Things) seperti Denmark, Australia, New Zealand, Israel, Inggris dan Rwanda. Dari negara-negara tersebut ada yang menfokuskan pada patient care, jadwal perjanjian dan berobat dokter, health record, konsultasi dengan praktisi kesehatan dan ada juga yang memfokuskan pada langkah-langkah preventif juga integrated care. Denmark merupakan pionir dalam e-health (electronic health). Langkah komunikasi kesehatan preventif yang dilakukan negara tersebut adalah proteksi dini pada lansia dengan memberikan target harian berupa gaya hidup, makanan, dan kebiasaan yang perlu dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Sasaran komunikasi kesehatan secara digital pun disesuaikan dengan masalah kesehatan yang ada di negara tersebut.  
Pemerintah Indonesia khususnya kementrian kesehatan sebagai pemangku kepentingan dapat memberikan regulasi dan mencanangkan produk seperti website/aplikasi promotif preventif yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Urgensi dalam pengadaan website/aplikasi tersebut adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kegiatan promotif dan preventif serta minimnya kebenaran dan validitas informasi kesehatan yang diakses dari internet. Kegiatan promotif dan preventif dilakukan untuk mengurangi anggaran negara, terutama setelah terjadinya pembengkakan anggaran BPJS. Bagi masyarakat kegiatan promotif dan preventif merupakan cara yang mudah dan hemat dalam mempertahankan kesehatan.
Pesan kesehatan promotif dan preventif yang disampaikan perlu memperhatikan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dengan macam-macam penyakit endemis yang persebarannya berada pada wilayah yang berbeda-beda. Sehingga konteks informasi kesehatan dapat disesuaikan dengan kearifan lokal. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah dengan menyesuaikan target kemenkes terhadap kesehatan Indonesia. Contohnya pada Rakernas kemenkes pada tahun 2018 ini tema yang diangkat adalah Sinergisme Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Universal Health Coverage melalui Percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting, dan Peningkatan Cakupan Imunisasi.  Penyesuaian komunikasi kesehatan dengan arahan kemenkes memiliki harapan agar masyarakat dapat mendapatkan pemahaman utuh terkait prioritas masalah kesehatan yang harus segera diatasi. Pesan promotif dan preventif tersebut sebaiknya juga memperhatikan kualitas data, pegemasan materi, ketepatan waktu, dan bahasa yang sesuai atau kekinian.
Program promotif dan preventif di Indonesia dari Kemenkes sudah terformulasikan dengan baik dan banyak ragamnya. Langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah penguatan dalam pengaplikasiannya. Program tersebut terdiri dari Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). CERDIK untuk mencegah penyakit tidak menular, LINTAS Diare, dan masih banyak lagi. Bentuk-bentuk penyampaian informasi promotif preventif tersebut dapat disampaikan dengan adanya maskot kesehatan yang menjadi role model, komik, vlog sebagai contoh dari realita yang sebenarnya, video parody kesehatan, video informatif durasi pendek, infografis, artikel, forum konsultasi antara praktisi kesehatan dengan masyarakat, serta pembentukan komunitas secara digital yang dikaitkan dengan aplikasi jejaring sosial sehingga lebih memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dan mengakses informasi promotif-preventif. Dari hal tersebut diharapkan terjadinya peningkatan penyerapan informasi terkait program promotif preventif dari Kemenkes untuk masyarakat.   
Bentuk komunikasi kesehatan lainnya adalah telemedicine. Telemedicine merupakan komunikasi dan konsultasi antara profesional kesehatan dengan pasien menggunakan suara, teks, data, imaging (pencitraan), atau video. Telemedicine di Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2012 melalui pilot project telemedicine antar rumah sakit di Indonesia. Rumah sakit pengampu untuk telemedicine adalah RSCM dan RS Harapan Kita. Telemedicine diharapkan dapat mengatasi akses kesehatan jarak jauh dan kekurangan SDM spesialis di beberapa rumah sakit terutama daerah terpencil. 4 program unggulan dari telemedicine tersebut adalah teleradiologi, tele-EKG, tele-USG, dan telekonsultasi. Dengan kemungkinan dikembangkannya program-program lain seperti teledermatologi, telepatologi, dll. Komunikasi dan konsultasi antara dokter dan pasien biasanya dapat dilakukan dengan Whatsapp namun kualitas dokumentasinya buruk.
Adapun penyampaian pesan khususnya dalam komunikasi kesehatan seyogyanya mengikuti perintah Allah SWT sehingga menjadi berkah dan medapat rahmat dalam prosesnya. Menurut Al-Quran kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang mulia, baik, jelas, benar, jujur, lembut, sesuai, menyenangkan, dan komunikatif. Dari hal tersebut diharapkan tercapainya kemaslahatan dalam berkomunikasi.
 Komunikasi kesehatan melalui media digital dapat meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kesehatan di Era digital. Namun dalam pelaksanaannya diperlukan penguatan baik secara regulasi, pendanaan, infrastruktur, teknologi komunikasi dan informasi, integrasi antar profesi dan disiplin ilmu, perencanaan, manajemen, implementasi, monev, serta waktu yang relatif panjang. Komitmen dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pun perlu ditingkatkan agar proses komunikasi kesehatan menjadi bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan seluruh rakyat Indonesia.  


DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’anul Kariim
Humas. 2018. Paradigma Baru Komunikasi Pemerintah di Era Digital. http://setkab.go.id/paradigma-baru-komunikasi-pemerintah-di-era -digital/. Diakses pada Minggu 30 Desember 2018 Pukul 3.15 WIB
Iro FK. 2018. Telemedicine Permudah Akses Layanan Medis. http://fk.ugm.ac.id/telemedicine-permudah-akses-layanan-medis/. Diakses pada Minggu 30 Desember 2018 Pukul 2.59 WIB
Kemenkes RI. 2018. Rakernas 2018, Kemenkes Percepat Atasi 3 Masalah Kesehatan. www.depkes.go.id. Diakses pada  Minggu 30 Desember 2018 Pukul 3.35 WIB
Ministry of Health, Minisry of Finance, Danish Regions, Et. All. 2018. A Coherent and Trusthworthy Health Network for All : Digital Health Strategy.
Naisbitt, John. Et. All. 2002. High Tech High Touch. Jakarta : Pustaka Mizan
The Medical Futurist. 2018. National Digital Health Strategies Around The World. https://medicalfuturist.com/national-digital-health-strategis-around-the-world. Diakses pada Minggu 30 Desember 2018 Pukul 2.31 WIB
Wahana, Heru Dwi. 2015. Pengaruh Nilai-Nilai Budaya Generasi Millennial  Dan  Budaya Sekolah Terhadap Ketahanan Individu (Studi  Di SMA Negeri 39, Cijantung, Jakarta). Jurnal Kertahanan Nasional : Nomor XXI (1) April 2015 Hal: 14-22
WHO. 2011. mHealth : New Horizons for Health Through Mobile Technologies. Switzerland
  

No comments:

Post a Comment