Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Thursday, May 22, 2014

Togetherness : Indahnya berjamaah





Sobat, tagline 'manusia adalah makhluk sosial' yang sering digaungkan di mana-mana tidaklah salah. Seseorang akan terus membutuhkan sesamanya. Bertemunya akan menemui banyak perbedaan tetapi akan melengkapi kekurangan kita. Like a puzzle, precisely. 

Sebuah kisah, seorang anak tidak bisa bicara karena ditinggal rutinitas ibunya bekerja dan dititipkan ke babbysitter. Babbysitter memberinya obat tidur dan tidak pernah mengajarinya skill apapun. Yang ada di pikirannya mungkin "yang penting si bayi baik-baik saja'. Alhasil anak menjadi sangat pendiam dan tidak mengerti pembicaraan orang. Hal ini menunjukkan arti penting seseorang dalam kehidupan kita 

Tren saat ini adalah gadgeters. Penggila gadget ini seringkali kita temukan dan autis mengingat aplikasi gadget yang semakin canggih dan praktis. Sadar atau tidak, bisa jadi gaya hidup seperti ini dapat membuat seseorang menjadi individualis. Individualis dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah digoda. Digoda oleh setan, mulai dari menghabiskan waktu, meninggalkan kewajiban dan sebagainya. 

Apa yang kita rasakan dalam kebersamaan dan jamaah? saya akan membuat poin-poinnya

-Dengan berjamaah kita akan semakin kuat. Karena kita akan saling melengkapi.

-Ketika belum terikat sebuah jamaah dan tidak yakin akan kebaikannya, tidak akan merasakan  indahnya berjamaah.

-Kisah Ka'ab bin Malik, sahabat yang tidak mengikuti perang tabuk karena kelalaiannya saat itu (sangat mencintai perdagangannya yang sedang untung besar). Rasulullah dengan lembut bertanya kenapa dia tidak ikut dengan mengingatkan baiat kesetiaan yang pernah ia ucapkan. Akhirnya dia menerima keputusan  untuk dikucilkan dan tidak diajak bicara selama 40 hari atas perilakunya itu. Padahal dia adalah salah satu sahabat yang komunikatif

-Berjamaah akan terasa jika dilakukan bukan karena kewajiban, struktur, dan ikut-ikutan tetapi karena pemahaman dan kebutuhan

-Titik temu berjamaah adalah kemenangan islam dimanapun kita berada

-Bila orang sudah all-out dalam sebuah jamaah tetapi mengendur itu sunnatulloh

-Tetapi kalo mengendur dan berenti dari jamaah, orang tersebut keluar sunnatuloh

Sekian artikel tentang makna penting kebersamaan dan jamaah (bermasyarakat). Semoga bermanfaat.



Monday, October 14, 2013

10 Kriteria Akhlak yang Baik


  1. Memiliki Akhlak yang Sempurna
  2. Taat menjalankan Ajaran Agama
  3. Memiliki Ilmu
  4. Memiliki Ma'rifat
  5. Banyak Bersyukur
  6. Lemah Lembut dalam Bertindak
  7. Bersifat Santun
  8. Bersifat pemurah
  9. Bersifat Sabar
  10. Bersifat Baik
(cc. Ali bin Abi Thalib)

Wednesday, September 11, 2013

Hukum Mengidolakan Artis dalam Islam


Guys, ini postingan ku sebelum berangkat kuliah. Jujur saja aku curious banget sama hal ini, makanya aku searching untuk mendapatkan hasil yang sejelas-jelasnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya*tsaah. 
Dan ini adalah kata-kata yang aku petik tentang hukum mengidolakan artis dari sebuah blog. Aku netepin caution ya. Kata si empunya blog dia belum berada dalam kapasitas menentukan hukum. Jadi dia bilang posnya itu dia dapetin dari sebuah acara nasional yang sesuai dengan hal ini. Jadi silahkan saudara yang mempunyai uneg-uneg bisa share dan yuk kita sama-sama mencari kebenaran yang sebenarnya.

Sunday, March 10, 2013

Quote Today from Bu Eem

"Mahasiswa/i,, jangan kau benci ilmu politik,, tapi pelajarilah..kelak masuklah dalam sistem meski sejuta cela tak kan henti menghujanimu.. karena, menyalakan lilin lebih baik daripada seribu kali mengutuki kegelapan,, hati-hatilah "nasehat-nasehat" yang membuatmu kerdil bahwa engkau hanya perlu belajar pelajaran kuliah saja , think BIG..! orang-orang yang menasehatimu itu hanya takut kelak kekuasaan yang mengkarat di negeri ini kau bersihkan dengan islammu dan ilmumu.. lantas siapa yang kau "bolehkan" berpolitik?hanya "orang-orang oportunis"kah yang kau izinkan berpolitik?? Ya Robbana..alangkah lemahnya islam di negeri ini,, jika semua berfikir demikian selalu,, kelak tak hanya politik, juga media, ekonomi, sosial, budaya.. oleh karenanya: dalami dan pahami Islam terus dan terus... hingga engkau percaya diri dengan Islammu! PERCAYA DIRI DENGAN ISLAMmu..!! sebab akar permasalahan adalah orang Islam seringkali merasa rendah diri menunjukkan keIslamannya!!#trust it,, seringkali kita menghukumi org menjual agama untuk kepentingan politik,,mungkin ada yang begitu,, tapi yakinlah HARUS TETAP ADA yang berIslam secara kaaffah, mewarnai, bahkan mencelup ranah politik dengan cahaya islam,, kelak meski perjuangan itu panjang harus terus dirintis,, karena usia perjuangan ini bukan puluhan tahun, tapi usia generasi estafeta generasi.""__diambil dari facebook 
Ya,! ini adalah beberapa patah kata dari guru matematika saya di ponpes Husnul Khotimah. Beliau juga pernah menjadi wali kelas saya di kelas 1 aliyah (baca:1 SMA). 



Jujur, saya sangat setuju sekali dengan gagasan Islam kaffah ini. Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang dosen, bu Minsarwati di saat mata kuliah Epidemiologi. Beliau menanyakan apa idealisme kami seorang mahasiswa. Seorang teman kami ada yang menjawab "hidup dengan cara Islam". Pendapatnya dibahas dengan panjang sampai saya bingung apa saya masuk kelas studi Islam atau epidemiologi, haha. Beliau menyampaikan  bagaimana seharusnya kita masuk islam dengan seutuhnya dan mengikuti apa yang ada dalam Islam sampai bagaimana kami harus berpakaian sebagai muslimah ketika kuliah.




Saya teringat ayat alquran yang menyatakan " Tidak ada paksaan dalam beragama " Subhanallah saya berfikir betapa sangat tolerannya dan demokratisnya Allah kepada makhluk-Nya padahal Ia adalah yang paling agung di dunia ini dan kemudian ada lagi ayat alquran yang menggelitik lagi di hati saya. Ayat itu berisi " Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan..."(Albaqoroh:208)



Berarti setelah kita masuk Islam masuklah dengan mantap dan secara keseluruhan (sanad Mujahid dan Qotadah, ra). Semoga kita bisa meniti ilmu islam dengan sedalam-dalamnya dengan ikhlas dan sabar, manfaatnya pun akan tercermin dari diri kita nantinya. Amin

Monday, January 28, 2013

Benar-Benar Sakit Atau Berpura-pura Sakit?



Bismillah..ayo kita introspeksi. moga hari esok menjadi lebih baik. 

Jika engkau malas membaca al-Quran, cobalah membacanya. Satu ayat, dua ayat, dan seterusnya, jangan berhenti dan tahan keinginanmu untuk berhenti. Hingga pada saatnya akan engkau rasakan keinginan untuk terus membacanya, sampai engkau merasa lelah dan selesai membaca satu juz atau bahkan lebih.
Itulah yang aku lakukan pada saat aku membaca al-Quran. Keengganan membaca al-Quran adalah dorongan setan, sehingga akhirnya engkau tidak pernah membacanya. Entah alasannya capek, bosan, malas, tidak ada waktu, dan sebagainya. Itu hanya alasan yang dibuat-buat. Sesungguhnya setan – kata al-Quran – membuat yang indah menjadi buruk dan membuat yang buruk menjadi indah.
Semakin menuruti hawa nafsumu, semakin jauh engkau dari membaca al-Quran. Kadang, beribadah itu harus dipaksa seperti halnya kuda yang dicambuk agar mau berlari dengan kencang. Qiyamul lail itu memang sepertinya berat karena dengan "terpaksa" kita harus bangun di sepertiga malam sedangkan rasa mengantuk masih kita rasakan. Tapi jika dilawan sedikit saja, akhirnya kita dapat melaksanakannya dengan mudah.
Coba perhatikan, coba renungkan tentang halanganmu selama ini beribadah kepada-Nya, apakah itu karena sesuatu yang pasti atau hanya rekayasamu? Apakah keenggananmu pergi mengaji karena sakit atau berpura-pura sakit? Jika karena sakit, apakah dengan rasa sakit itu engkau masih mengerjakan perbuatan yang engkau senangi (yang diingini hawa nafsu) atau engkau memang tidak mengerjakannya? Jika masih dapat mengerjakannya, lalu, mengapa enggan berbuat kebajikan yang berpahala banyak? Apakah engkau benar-benar sakit atau hanya berpura-pura sakit saja? Cobalah introspeksi diri.
Cobalah renungkan lagi, "Ah, malas berjamaah di masjid, capek nih." Apakah tidak capek berjalan sejauh satu kilometer dengan kondisi yang sama, sementara engkau merasa capek berjalan ke masjid yang jauhnya tidak lebih dari 50 meter? Cobalah renungkan lagi tentang keengganan-keengganan, kemalasan-kemalasan, kelelahan-kelelahanmu selama ini dalam menjalankan ibadah. Cobalah engkau bedakan antara capek sejati dengan capek palsu.
Ternyata Rasulullah Saw. shalat tahajud hingga matanya bengkak dan kakinya pecah-pecah.Ternyata Imam Ahmad bin Hanbal dapat mengerjakan shalat sunah 150 rakaat di saat sakitnya dan di saat sehatnya dapat mengerjakan dua kali lipat. Ternyata Abu Bakar al-Anbari masih saja rajin membaca buku di saat sakitnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh salah seorang sahabat Imam Ibnul Qayyim. Ternyata Ibnu Taimiyah, Sayyid Quthb, HAMKA, Aidh al-Qarni, Harun Yahya, masih saja dapat menulis walaupun tengah di penjara. Ternyata kita diciptakan dengan sebaik-baiknya oleh Allah, lalu mengapa ada orang yang mulia dan ada orang yang hina? Mengapa ada orang yang berprestasi dan ada orang yang terjerumus ekstasi?
Semoga Allah memberikan kita petunjuk jalan yang lurus. Dan semoga setelah mendapatkannya, kita tidak dibelokkan lagi pada jalan yang salah. Tiada daya dan kekuatan kecuali hanya milik Allah. Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Amin ya Rabbal alamiin.

oleh Abu Faras Mujahid