Thursday, November 13, 2014

Wisdom : Filosofi Iqbal

"Apa pelajaran yang bisa diambil dari hal ini?"

Pertanyaan ini setidaknya pernah muncul di benak kita. Setiap kita akan terus belajar semenjak lahir sampai meninggal nanti, dari merangkak sampai nggak bergerak lagi. Berapa banyak ilmu yang bermanfaat untuk kita? Yang bisa digunakan secara praktis? kadangkala ilmu tidak bisa digunakan karena tidak sesuai kebutuhan/realita atau manusianya yang mengalami overload informasi. Semakin banyak ilmu yang kita pahami seharusnya membuat kita merasa semakin kerdil dan tau betapa luasnya ilmu Allah. Semakin tau juga betapa banyak tanggung jawab yang harus kita emban. 

Pelajaran dari ilmu yang kita pelajari dari masih unyu-unyu sampai nanti (tetep unyu) sebaiknya membawa kita semakin sadar dan mau berubah agar menjadi lebih bermanfaat, and that's called hikmah. Hikmah ini menjadi sulit dicari pada zaman ini ditandai dengan kehidupan yang cenderung stagnan atau malah fluktuatif. Kalau misalnya negara islam menerapkan nilai keislamannya pasti kita akan menjadi bangsa yang paling maju. Karena, mirisnya kita harus mengejar ketertinggalan oleh negara Swedia sebagai negara ter"islami" di dunia.

Menguprek-nguprek koleksi buku abi, saya menemukan buku tentang filosof dan penyair islam, Allama Muhammad Iqbal. Puisinya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. Kata-katanya berisi tentang cinta, harapan, dan kemuliaan manusia. I dunno, Saya menemukan kata-kata yang dalam dan bijak dari puisi-puisinya. Lihat profil lengkapnya disini.

Berikut kutipan puisinya :

"He (mu'min) is mild in speech and wild in action. Be it battlefield or the assembly of friends, he is pure heart and action"

"While in the assembly of friends the mu'min is soft like silk, in a battle beetwen Truth and Untruth he is hard as steel"

"Keep the qur'an as a mirror before you. You have completely changed, run away from yourself. Fix a balance for your deeds (so that you may be able to), stir a commotion which you forebears stirred in the past."

"It is better that the heart be guarded by the intellect, but leave it sometimes alone to itself"

"Intellect enlightened by love becomes truth-loving, While the affairs of love guided by intellect get a strong footing. Rise and lay the foundations of another world. Where love is mingled with intellect."

"Do you know what is history? But you do not know even your own self. Do you think it is just a story, a tale or a romance?
Instead, it makes you know yourself. It makes you know your purpose and sets you to the path (of achievement). It sharpens you as a dagger on the wetting stone and you against the world,
Its candle like fortune-star of nations which illumine the... and the past night,
It is an eye well trained. It reads the past recreates it, and put it before you,
Your past bursts forth into present and from your present your future is born,
If you desire to live a life everlasting then do not cut as-under your past from your present and future." 

Dari buku ini :



And this is Iqbal:




No comments:

Post a Comment