Sunday, March 17, 2013

Curhat 2#: Semua Rasa (sebenarnya) Berpangkal pada Sang Penguasa Hati

"Ya Alloh terimakasih Engkau telah memberikan kesempatan untukku untuk mengetahui ini" 
Aku yang dahulu berkata: "kenapa ya aku ngerasa gelisah? aku merasa seperti ada sesuatu yang hilang dan kosong, tapi.. aku nggak tahu itu apa...atau semangatku mungkin yang lagi down"  Aku bertanya dan meminta petuah dan nasehat kepada banyak orang, terutama terhadap abiku. Abi hanya berkata dan tertawa keras, jujur aku kaget dan tersinggung, " kamu itu emang mikirin apa sih ampe kaya gitu bgt, jd orang ya jangan banyak pikiranlah. harus semangat, ceria biar jadi orang yang nasehatin orang dan nguatin orang.. kan bermanfaat. Kamu kan nggak mikirin gimana nyari duit buat anak, ngebangun rumah kaya abi". Ya Alloh tolong deh.. abi nyindir bukan main. Biar gitu aku selalu tenang abis nelpon abi. 

Aku juga nanya ke orang-orang sampai aku pusing tujuh keliling. Ajuma, temenku nulis di bukuku ' Husnudzon sama Alloh toyaa*loh. sotoy'. dan banyak orang lain yang menulis di buku oret-oret ku hingga boleh lah kalo buku itu diberi judul maka akan seperti ini judulnya : " Psikologi untuk para galauers. Lengkap dengan beragam penyelesaian. dijamin! " 



Ya bener sekali kalau dibilang galau..! aku saat itu sangat bingung dengan perkataan banyak orang. kata dia kan gini, aku harus gini ya berarti... eh tapi kata dia gini yang lebih bener aku berarti harus gini tahu... OMG! jujur... capek sekali jadi orang seperti itu. 


Di saat kebingungan (baca : galau) yang sangat aku membaca blog seseorang dan ternyata kalau galau ruh kita sebenernya yang lagi laper. Kau tahu bahwa sebenernya rasa rindu, cinta, takut, hormat semua itu berasal dari Pemilik ruh tersebut. Galau adalah sebuah kejadian ketika ruh tersebut tidak bertemu dengan Pemiliknya karena hati yang dibayang-bayangi oleh nafsu-syahwat yang menutupinya dan membawa otak berfikir, 'mungkin aku kangen dia (pacar) kali ya aku jadi galau gini deh'. 

Astaghfirulloh hari gini masih galau. ga la yaw! hahay *alay mode on. Galau itu ga bakal mati dan terus menjalar dan berkembang semaunya dia kalau si ruh ini belum mendapatkan rasa damai dan tenteram yang hanya diberikan oleh Pemiliknya.#fitrah ruh

Dan mengobati galau itu ternyata bukanlah meminta kata-kata dari orang yang paling bijak dan paling besar jiwanya. Cukup jawabannya : alquran, kalam Alloh Sang Pemilik ruh dan dzikir. Coba dibuka dibaca satu ayat dua ayat tiga ayat terus.. terus.. sampai kita merasa nyaman. Kalau belom berarti ruhnya masih laper :) Baca lagi dan lagi plus tambahannya miayam baso deh..*nah loh? bingung ya? saya juga bingung. haha. Hilanglah lapar ruh, hilang pula lapar raga. Sekian

ide: