Wednesday, January 22, 2014

3 days 2 Night with Quran feat Ustadz Abdul Aziz

Nama acara nya adalah mukhoyyam quran atau bisalah kita sebut jambore penghafal alquran. Semua peserta dikondisikan agar semangat dan bersahabat dengan alquran.

Rangkaian acaranya adalah qiyamullail 2 juz, tilawah 10 juz, dan setoran hafalan 3 juz. Awalnya saya nggak percaya kalo target ini bisa tercapai karena apa? karena sebelumnya saya "hanya" menjalankan ODOJ. Setelah dijalani ternyata banyak yang sampai target dan berprestasi lebih.

Perasaan ketika mengikuti ini adalah adem dan menuai rindu di hari-hari setelahnya. Bagaimana tidak? Acara ini gratis, tempatnya mewah, mendapatkan ilmu dan uang saku, hehe. Salut sama fundraisernya.. Subhanallah dan inilah keberkahan alquran.

Acara ini diisi oleh banyak ustadz (y). Motivasi alquran diberikan oleh Ustadz Abdul Aziz dalam waktu 3 jam tetapi sangat berbekas dalam ingatan saya. 

Beliau berbicara tentang banyak hal penting yang baru saya sadari. Saya akan menyebutkan dalam poin-poin.

Sesungguhnya tidak ada dikotomi dalam bergerak untuk hidup dengan Alquran. Kita sering mencari alasan bahwa kita kerja, kuliah, dan organisasi sehingga waktu untuk alquran tidak ada. Sadarkah kita kebutuhan kita telah mempunyai waktu-waktu biologis masing-masing. Akan tetapi adakah waktu spesial untuk alquran? Sebuah hal yang kasat mata akan menentramkan hati kita sadar atau tidak kita sadari.

Bergerak dengan manhaj/sistem. Sistem kehidupan umat islam adalah alquran. Kita harus bangga bahwa ini adalah kitab suci yang berisi kalam Maha suci dan bukan buatan manusia. Ada segolongan orang yang Allah lebihkan ketika turun ke lapangan dan ada segolongan yang memahamkan dirinya dalam ilmu agama. Ketika itu keduanya saling bersinergi. Pengalaman, orang alquran biasanya lembut dan tenang sehingga ketika di lapangan kaget melihat yang tidak-tidak. Allah memang melebihkan masing-masing orang dan kembali ke orangnya lagi.

Pemahaman akhirat tidak ada sarana lain kecuali Alquran. Sumber yang tidak ada keraguan di dalamnya. Kita tidak bisa bersandar pada hadits dan fiqh secara penuh karena keshohihannya yang perlu di re-chek kembali. Fiqh tidak bisa dipercaya secara penuh karena tingkat pemahaman ahli fiqh berbeda dan tingkat pemahaman orang yang mengambil dalil dari fiqh juga berbeda-beda. Akan tetapi keduanya tetap merupakan hujjah.

Visi hidup. Alquran tidak menjelaskan secara teknis. Ada yang namanya ijtihad (hal lain yang mendekati alquran). Bergerak untuk hidup adalah sebuah kepastian dan merupakan ijtihad. Yang utama adalah alquran dan merupakan tujuan besar. Tidak hanya di dunia tetapi juga akhirat. Sekali lagi ini kasat mata. #maafsayatidakbisanetral.

Spectrum shift/ perubahan mindset. Kenapa suatu acara hanya dirasakan untuk memenuhi proker? Kenapa esensinya kurang kita rasakan?. Kembali ke alquran dan dzikir. Ada sebuah kisah : Isra' Mi'raj hanya dikatakan "jalan-jalan saja" atau safar karena kegiatannya serupa. Hal ini disebutkan oleh orang yang menentang alquran. Dia tidak bisa melihat esensinya.

Sekali interaksi dengan alquran misalkan saat ramadhan saja belum bisa dikatakan "Kaanu biayatina yuuqinun" artinya : Mereka dengan ayat-ayat kami yakin. Coba kita hitung, misalnya waktu ODOJ adalah 30 menit, jika tartil + 40 menit. Waktu ini lebih sedikit dari waktu tidur kita.

Syafaat alquran diberikan kepada sahabatnya. " iqraul quraan fainnahu ya'ti yaumal qiyamati syafii'an li ash-habihi" artinya : Bacalah alquran karena ia akan memberikan syafaat kepada para sahabatnya. Apakah membaca alquran sesekali sudah dapat dikatakan sahabat?

Spectrum shift (lagi). Orang sering mengartikan bahwa tahfizh adalah kegiatan menghafal alquran sehingga setelah itu bisa membaca tanpa melihat dan murojaah adalah kegiatan mengulang sehingga memperkuat hafalan. Coba dirubah: Keduanya adalah kegiatan yang otomatis akan membuat diri kita lebih banyal membaca. Kenapa? karena Allah melihat seberapa banyak kita membaca bukan "nggak lancar-lancar, dan ilang lagi-ilang lagi hafalannya". Ketika kita terlalu memikirkan  "nggak lancar-lancar, dan ilang lagi-ilang lagi hafalannya" bisa jadi itu adalah bisikan setan.

Apabila seseorang memiliki ibadah yang lebih banyak dengan alquran hingga akhir hayat maka ia bukan merasakan konsekuensi melainkan karunia baginya.

Ketika ditanyakan " Apa pengalaman berharga yang ustadz rasakan dalam berspirit dengan alquran" Beliau mejawab "Tambah nikmat dan tidak merasa bosan semakin bertambahnya tahun." Amazing bin merinding saya dengarnya. Lanjutnya, "Yang dilihat bukanlah ia hafal berapa akan tetapi lama tahun hidupnya bersama Alquran."

Beberapa hal yang dirasakan ketika banyak membaca Alquran :
Melunakkan lidah. Berat  surat Annaba menjadi sama dengan surat Yunus ketika membaca karena keseringan frekuensi membacanya. Orang tajikistan biasanya melancarkan bacaan dengan membaca minimal 350 kali #emangdiitungin,yak?

Hafal letak.

Dipraktekkan dalam sholat. Jadi tidak hanya mebaca juz bonus saja (juz 30). Wallahu A'lam.

2 comments:

  1. Ini kapan toy?
    info dongs kalo ada lagi :)

    ReplyDelete
  2. jan awal kalo nggak salah, ya macheda :) biasanya ada ta'limat dari liqonyaa hehehe

    ReplyDelete