Mostly i like night.
Not mention that i hate daylight. Daylight kinda happy moment for me, of course.
Night for secret and sacred feeling for Him that i gonna be sad if i miss it.
Saat-saat khusus aku ingin terus bersama-Nya. Meraup kehangatan yang kuharap tak lekang oleh waktu.
Menyadari segala hal yang tidak pantas yang telah kulewati. Membinanya menjadi sesuatu yang dapat kuperbaiki dan kubangun kembali.
The moment that i realize everything.
That i totally fall for Him.
That i really love Him.
I like something hard hits me.
It makes me always remember this feeling.
Tetapi apakah aku harus menunggu itu semua? Tentu saja tidak.
Just no.
Totally no.
Itulah jalan tarbiyah (pembinaan islam). Tidak harus menunggu. Semua ini bukan kebetulan.
Ketika rapuh datang, yang ada adalah ibadah dan amal baik yang sudah terbiasa dilakukan.
Apakah laa ilaha illallah akan meluncur dari lisan dengan mudah saat kematian?
Tanpa penghayatan dan penyerahan secara penuh untuk-Nya?
Tidak memandang tingkat agamis seseorang. Inilah konsekuensi manusia sebenarnya.
"Inna sholatii wa nusukii wa mahyayaa wa mamaati lillahi robbil 'alamin"
Aku bersyukur lahir di keluarga islam yang terus membina dan membimbingku sampai sekarang.
Maafkan aku yang lamban menyadarinya.
Maafkan aku yang lamban dalam membaca situasi.
Ya ini memang sisi kekanak-kanakanku. Yang seharusnya kurubah.
Banyak hal yang kadang kusamakan dengan hal remeh-temeh.
Belajar bertanggung jawab.
Terus terngiang-ngiang di telingaku.
Belajar untuk tidak selalu menuntut dan menjadi korban.
Dan seringkali seribu prasangka buruk dibalas dengan sejuta kebaikan.
Aku tercengang.
Pada akhirnya aku yang salah.
Kusadari bahwa pemahaman orang mempunyai tahapan masing-masing. Sebuah proses yang panjang.
Yang tak bisa dipaksakan.
Dan mereka tak pernah memaksa.
Tindakan.
Mereka mencontohkan dan tidak memaksa kami.
Yang ternyata mempunyai pengaruh yang besar dalam jalan pikir kami.
Kata-kata yang terus mereka ulang.
"Jadilah nak anak yang baik, bermanfaat, dan sholehah. Kami sudah bersyukur"
Mereka menganggap orang tua yang meminta uang kepada anaknya setelah sekolah adalah salah kaprah.
"Kok disekolahin lama-lama yang diminta uangnya bukan ilmunya"
The best thinker. My father. He gives the best for me. Thank you. May Allah gives the best for you.
No comments:
Post a Comment