Showing posts with label Others. Show all posts
Showing posts with label Others. Show all posts

Monday, May 19, 2014

Jalan Impian


Kadang apa yang nampak tak sama dengan yang tersembunyi

Entah itu baik atau buruk bisa saja terbolak-balik antara kedua dimensi

Sekali, dua kali, tiang kepura-puraan semakin menggencarkankan langkahnya

Membutakan si hitam dan putih

Sampai tiba saatnya sebuah titik terlihat jelas

Titik semu dan tak hingga yang tidak dapat membalikkan semuanya kembali seperti semula

Pada awalnya senyum kepongahanlah yang membutakan jalan itu

Jalan lurus.

Hati meyakini,  mulut berdusta, kaki-tangan berkhianat

Irelevan . Munafik. Rapuh

Siapa yang lebih kau takuti sebenarnya?

Hmm.

Jawabannya tentu sangat jelas.

Bunuh sekarang semua rasa itu.

Rasa yang mengkabut menghalangi jejak melangkah

Atau kau hendak membiarkan kabut itu menebal?

Tidak

Sekali-kali tidak.

Kau tidak sendiri sayang.

Rahmat Maha Besar yang selalu menggenggammu.

Melalui jejaring yang banyak dan berliku-liku

Sadar atau tidak sadar.

Lagipula mayoritas tidak dapat menjamin segalanya.

Karena kadang nafsu  dan perasaan sesaat yang lebih memperlihatkan taringnya.

Naluri alamiah kami.

Di sisi lain, secara alamiah integritas bersama menguatkan cangkangnya.

Yang diselimuti rahmat dan ridho-Nya.

Membangkitkan jiwa yang berkabut bahkan mati.

Kata permintaan tak ditemukan dalam daftar pencariannya.

Karena sesungguhnya kata kebutuhan yang mencuat dan mengakar.

Relung-relung jiwa bersatu.

Melangkah.

Membangkitkan.

Melagukan harmoni.

Yakin.

Titik balik itu dekat.

Fitrah kami pun haus.

Ingin tersemat  menuju  jalan yang membentang cerah. 

Jalan lurus,

Jalan Impian.




Saturday, January 25, 2014

Feel This Moment



Mostly i like night.

Not mention that i hate daylight. Daylight kinda happy moment for me, of course.

Night for secret and sacred feeling for Him that i gonna be sad if i miss it.

Saat-saat khusus aku ingin terus bersama-Nya. Meraup kehangatan yang kuharap tak lekang oleh waktu.

Menyadari segala hal yang tidak pantas yang telah kulewati. Membinanya menjadi sesuatu yang dapat kuperbaiki dan kubangun kembali.

The moment that i realize everything.

That i totally fall for Him.

That i really love Him.

I like something hard hits me.

It makes me always remember this feeling.

Tetapi apakah aku harus menunggu itu semua? Tentu saja tidak.

Just no.

Totally no.

Itulah jalan tarbiyah (pembinaan islam). Tidak harus menunggu. Semua ini bukan kebetulan.
Ketika rapuh datang, yang ada adalah ibadah dan amal baik yang sudah terbiasa dilakukan.

Apakah laa ilaha illallah akan meluncur dari lisan dengan mudah saat kematian?
Tanpa penghayatan dan penyerahan secara penuh untuk-Nya?

Tidak memandang tingkat agamis seseorang. Inilah konsekuensi manusia sebenarnya.

"Inna sholatii wa nusukii wa mahyayaa wa mamaati lillahi robbil 'alamin"

Aku bersyukur lahir di keluarga islam yang terus membina dan membimbingku sampai sekarang.

Maafkan aku yang lamban menyadarinya.

Maafkan aku yang lamban dalam membaca situasi.

Ya ini memang sisi kekanak-kanakanku. Yang seharusnya kurubah.

Banyak hal yang kadang kusamakan dengan hal remeh-temeh.

Belajar bertanggung jawab.

Terus terngiang-ngiang di telingaku.

Belajar untuk tidak selalu menuntut dan menjadi korban.

Dan seringkali seribu prasangka buruk dibalas dengan sejuta kebaikan.

Aku tercengang.

Pada akhirnya aku yang salah.

Kusadari bahwa pemahaman orang mempunyai tahapan masing-masing. Sebuah proses yang panjang.

Yang tak bisa dipaksakan.

Dan mereka tak pernah memaksa.

Tindakan.

Mereka mencontohkan dan tidak memaksa kami.

Yang ternyata mempunyai pengaruh yang besar dalam jalan pikir kami.

Kata-kata yang terus mereka ulang.

"Jadilah nak anak yang baik, bermanfaat, dan sholehah. Kami sudah bersyukur"

Mereka menganggap orang tua yang meminta uang kepada anaknya setelah sekolah adalah salah kaprah.

"Kok disekolahin lama-lama yang diminta uangnya bukan ilmunya"

The best thinker. My father. He gives the best for me. Thank you. May Allah gives the best for you.



Friday, August 24, 2012

Wisuda MA Husnul Khotimah XIV

po-ki: dedew, cacoo, saya, mubasy

what amazing, gan! sekarang udah jadi alumni Husnul Khotimah, Sebuah pesantren nan elok di mato di kaki gunung ciremai.

Nama wisuda di tempat ponpes saya adalah Haflatul Ikhtitam. Ngga kerasa bangett saya udah 6 tahun di bumi haka. Dari tante saya cuman punya anak atu ampe udah brojol lima, Ya Allah ampe kaga kenal saya ama sodara-sodara saya karena saking banyaknya. Maklum dalam setahun saya hanya pulang dua kali. Ya bisa aja sih sebenernya pulang sering-sering tapi jangan harap pada selamat baliknya karena wali asrama atau yg biasa disebut santri "walas" dan para teteh asrama siap MENANTI HAHAHA! (pake gaya pahlawan bertopeng dong) hehe kidding ya. Ya itulah pesantren dengan segala peraturannya.

Eitss.. biar begitu pondok saya bukanlah pondok kuno dan ga melek dunia. Di bidang eksakta pondok saya menang olimpiade sains nasional, di lomba baris berbaris nama Husnul boleh diuji cobalah di tingkat Jawa, di bidang seni jg lumanyan dah. Alumninya juga banyak tersebar di PTN populer di Indonesia (UI, ITB, UGM, IPB, UNPAD, dll) dan di mancanegara (mesir, korea, sudan, malaysia, dll) bukan sombong atawa pamer tp kebanyakan orang ngejudge kapabilitas anak pondok itu rendahan padahal kita di mata Allah itu sama,rite? yang ngebedain itu hanya taqwa.

Saya bangga dengan pondok saya, Husnul Khotimah.

Terngiang-ngiang di telinga saya perkataan Pak Amam,"Kita sekolah di Husnul Khotimah dan semoga berakhir husnul khotimah"

Terima kasih Allah.

  Terima kasih ustad ustadzah.

  Husnul Khotimah itu bagi saya surganya buat ibadah.

Punya temen sekamar 30 orang, 24 jam non-stop. It's so unforgattable.

Akhir kata haflatul ikhtitam angkatan saya, angkatan XIV diakhiri dengan pengumuman santri teladan dan hafizh- hafidzoh yg jumlahnya 15 orang, terharu biru euy.
http://husnulkhotimah.com/foto_berita/19pelepasan_santri12.jpg


Kota Kuda , Kuningan 17 juni 2012